Virus

oleh -46 views
Sumber: whoi.edu
Hosting Unlimited Indonesia

Virus merupakan peralihan antara benda hidup dan benda mati.

Sejarah Penemuan Virus

  1. Tahun 1883: Adolf Meyer (Jerman)

Meneliti bintik-bintik kuning pada daun tembakau. Kesimpulan: daun tembakau diserang organisme yang lebih kecil daripada bakteri.

  1. Tahun 1893: Dmitri Ivanovsky (Rusia)

Menemukan bahwa organisme yang menginfeksi daun tembakau lolos dari saringan bakteri. Kesimpulannya: organisme yang menyerang daun tembakau adalah bakteri patogen yang lebih kecil daripada bakteri biasa dan menghasilkan racun.

  1. Tahun 1897: Martinus W. Beijerinck (Belanda)

Menggunakan kali pertama istilah virus (bahasa Latin; Virion = racun) pada agen patogen yang menginfeksi daun tembakau dengan ciri-ciri berukuran lebih kecil daripada bakteri dan hanya bereproduksi di dalam sel hidup.

  1. Tahun 1936: Wendell M. Stanley (AS)

Berhasil mengisolasi (mengkristalkan) virus daun tembakau dan diberi nama TMV (tobacco mosai virus).

Ciri dan Sifat Virus

Virus memiliki ciri dan sifat sebagai berikut.

  1. Berukuran ultramikroskopis (0,02 μm – 200 μm).
  2. Merupakan makhluk peralihan antara benda mati dan makhluk hidup.
  3. Ciri dan sifat virus sebagai benda mati
  4. Ciri dan sifat virus sebagai makhluk hidup
  5. Bentuk tubuh bervariasi dan tetap, misalnya batang (TMV), polihedral (adenovirus), dan huruf T (bakteriofage).
  6. Kebal terhadap zat antibiotik. Aktivitasnya dapat dihilangkan oleh sinar U.V dan sinar X.
  7. Tubuh terdiri atas nukleokapsid, yaitu struktur yang terdiri atas materi genetika (asam nukleat) dan kapsid. Kapsid dibentuk oleh unit protein atau kapsomer. Kapsid berfungsi sebagai pelindung materi genetika, menentukan bentuk virus, dan membantu penetrasi virion (partikel virus) ke dalam sel inang. Pada beberapa virus, kapsid dilapisi oleh lapisan lipoprotein yang berguna untuk memberi materi genetika. Virus tanpa amplop disebut virus telanjang.

Reproduksi Virus

Virus bereproduksi dengan cara membuat salinan materi genetika dan selubung proteinnya di dalam sel inang. Cara reproduksi semacam itu disebut replikasi. Daur reproduksi virus terdiri atas daur litik dan lisogenik.

a. Daur Itik

  1. Ciri-ciri: dilakukan oleh virus virulen dan bersifat mematukan (diakhiri oleh lisis sel inang).
  2. Berlangsung dalam 3 tahap sebagai berikut.
  • Tahap adsorpsi dan penetrasi: adsorpsi atau pelekatan pada daerah reseptor spesifik di permukaan sel inang. Kemudian terjadi penetrasi, yaitu virus melisiskan sel inang menggunakan enzim lisozim dan memasukkan materi genetika ke dalam sel tersebut.
  • Tahap replikasi: tahap pembentukan virus-virus baru di dalam sel inang. Materi genetika virus menghentikan aktivitas DNA sel inang dan mengambil alih perangkat metabolisme untuk bereplikasi (sintesis DNA baru).
  • Tahap lisis: tahap pelepasan virus-virus baru yang terjadi setelah pematangan (perakitan) virus baru dan lisis sel inang.

b. Daur Lisogenik

  1. Ciri-ciri: dilakkan oleh virus laten (nonvirulen) dan bersifat tidak mematikan (tidak ada lisis sel inang).
  2. Berlangsung dalam 3 tahap sebagai berikut.
  • Tahap adsorpsi dan penetrasi: pelekatan virus diikuti masuknya materi genetika virus ke dalam sitoplasma sel inang.
  • Tahap penyisispan gen vrus: gen virus menyisip ke DNA sel inang membentuk provirus (pada bakteriofage disebut profage).
  • Tahap pembelahan: replikasi provirus yang mengikuti pembelahan sel inang. Hasil pembelahan sel inang berupa sel lisogenik, yaitu sel yang mengandung gen sel inang dan gen virus. Pada kondisi yang sesuai, provirus matang akan memasuki daur litik.

Klasifikasi Virus

a. Berdasarkan sel inang: virus tumbuhan, virus hewan, virus manusia, dan virus bakteri (bakteriofage).

b. Berdasarkan kandungan materi genetika: virus RNA dan virus DNA.

  1. Virus DNA: virus herpes, virus pox (penyebab cacar), virus mosaik, virus papova (penyebab kutil/papiloma), varicellazoster (penyebab cacar air).
  2. Virus RNA: arbovirus (penyebab demam kuning), virus arena (penyebab miningitis), picornavirus (penyebab polio), myxovirus A (penyebab flu), paramyxovirus (penyebab pes), rhabdovirus (penyebab rabies), virus hepatitis, retrovirus (HIV; penyebab AIDS).

c. Sistem ICTV (bThe International Commite on Taxtonomy of Virusses): ordo (-virales), famili (-viridae), subfamili (-virinae), genus (-virus), spesies (-virus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *