Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan

oleh -64 views
Hosting Unlimited Indonesia

Perbanyakan sel terjadi karena pembelahan mitosis, sedangkan pembesaran sel terjadi karena penambahan material. Pertumbuhan bersifat kuantitatif, artinya pertumbuhan dapat di ukur. Perkembangan adalah proses kualitatif dalam sel yang menyebabkan terjadinya perubahan dari muda menjadi dewasa. Pada tumbuhan, gejala tersebut di tunjukkan dengan terbentuknya bunga. Pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara bersamaan.

Pertumbuhan dan Perkembangan

Proses pertumbuhan meliputi :

a. Perkecambahan

Perkecambahan adalah proses perubahan dari biji menjadi tumbuhan muda. Pada biji terdapat bagian yang akan tumbuh menjadi calon akar (radix) dan calon batang (plumule). Terdapat dua jenis perkecambahan yaitu:

  • Hipogeal : perkecambahan yang bagian epikotilnya mengalami pertumbuhan, sehingga kotiledonnya tetap di dalam tanah. Contohnya pada monokotil.
  • Epigeal : perkecambahan yang bagian hipokotilnya mengalami pertumbuhan, sehingga kotiledonnya terangkat ke atas permukaan tanah . Contohnya pada dikotil.

b. Pertumbuhan

  • Pertumbuhan primer

Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang di sebabkan oleh pertumbuhan titik tumbuh primer/titik tumbuh apikal. Hasil dari pertumbuhan primer adalah terbentuknya jaringan organ-organ primer (akar, batang, dan daun). Pertumbuhan ini menyebabkan batang dan akar memanjang.

  • Pertumbuhan sekunder

Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang di sebabkan oleh pertumbuhan titik tumbuh sekunder (kambium). Hasil pertumbuhan sekunder adalah terbentuknya jaringan/organ sekunder (misalnya xilem/floem sekunder). Pertumbuhan ini menyebabkan diameter batang bertambah besar.

  • Restituasi atau Regenerasi

Restituasi atau regenerasi adalah proses pertumbuhan organ-organ yang mengalami kerusakan atau hilang.

Teori Titik Tumbuh

Banyak terdapat teori titik tumbuh, antara lain :

  • Teori Nagel : mengatakan titik tumbuh pada tumbuhan berasal dari satu sel yang akan tumbuh dan berkembang menjadi bagian-bagian tumbuhan secara lengkap. Teori ini hanya berlaku pada kormofita berspora.
  • Teori Tunika Korpus (Schmidt Fergusson) : mengatakan titik tumbuh terdiri dari dua bagian yaitu tunika (bagian luar) dan korpus (bagian dalam). Tunika akan berkembang menjadi kulit (epidermis dan korteks) sehingga permukaan tubuh menjadi luas. Sedangkan korpus akan tumbuh menjadi bagian dalam (stele).
  • Teori Histogen (Hanstein) : teori ini menyatakan titik tumbuh terdiri dari tiga bagian yaitu :
  1. Dematogen : akan tumbuh menjadi epidermis
  2. Periblem : akan tumbuh menjadi korteks
  3. Pleron : akan tumbuh menjadi stele

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *