Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan

oleh -186 views
Sumber: dreamstime.com
Hosting Unlimited Indonesia

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terbagi ke dalam dua tahap yaitu tahap embrio dan tahap pasca embrio. Adapun untuk tahapannya adalah sebagai berikut.

Tahap Embrio

  • Pertumbuhan dan perkembangan hewan pada tahap embrio melalui fase : morula blastula gastrula diferensiasi
  • Proses pembentukan morula disebut morulasi, yaitu zigot mengalami pembelahan berkali-kali dari 1 sel menjadi 2 sel, kemudian 4 sel, 8 sel sel, dan seterusnya. Morula berbentuk seperti bola padat yang terdiri atas 16 – 64 sel.
  • Proses pembentukan blastula disebut blastulasi. Pada fase blastula terbentuk rongga berisi cairan yang disebut blastosoel.
  • Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada fase gastrula, blastosoel menghilang. Sel-sel pada sakah satu kutub membelah lebih vepat daripada sel-sel dikutub lainnya sehingga terbentuk lekukan ke arah dalam (invaginasi). Invaginasi membentuk lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Ektoderm akan berkembang menjadi kulit, sedangkan endoderm akan berkembang menjadi berbagai macam saluran.
  • Bagian tengah gastrula disebut arkenteron yang akan bekembang menjadi saluran pencernaan. Blastopori merupakan bagian luas gastrula yang terbuka yang menuju arkenteron. Bagian ini akan menjadi anus, sedangkan ujungnya yang membuka akan menjadi mulut. Pada kahir fase gastrula telah terbentuk lapisan endoderm, mesoderm, dan ektoderm.
  • Hewan yang memiliki dua lapisan ambrional, yaitu ektoderm dan endoderm, disebut hewan diploblastik. Contohnya Porifera dan Coelenterata. Hewan yang memiliki tiga lapisan embrional, yaitu endoderm, mesoderm, dan ektoderm disebut hewan triploblastik.
  • Berdasarkan rongga tumbuhnya, hewan triploblastik dibedakan menjadi tiga kelompok sebagai berikut.
  1. Aselomata, yaitu tidak memiliki selom, contohnya cacing pipih.
  2. Pseudoselomata, yaitu memiliki selom semu, contohnya cacing gilik.
  3. Selomata, yaitu memiliki selom sesungguhnya, contohnya mamalia.
  • Setelah fase gastrulasi, lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoterm akan mengalami diferensiasi dan organogenesis (proses pembentukan organ), antara lain sebagai berikut.
  1. Ektoderm akan menjadi epidermis, rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, email gigi, dan sistem saraf.
  2. Mesoderm akan menjadi tulang, jaringan ikat, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi.
  3. Endoderm akan menjadi jaringan epitel pencernaan, pankreas, hati, kelenjar gondok, dan sistem pernapasan.

Tahap Pasca Embrio

  • Pada tahap pasca embrio, hewan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi individu dewasa yang siap bereproduksi. Beberapa hewan ada yang mengalami regenerasi atau metamorfosis selama masa pertumbuhan dan perkembangannya.
  • Regenerasi adalah proses perbaikan bagian tubuh yang luka atau rusak. Regenarasi dilakukan oleh sel-sel batang yang belum mengalami diferensiasi. Pada beberapa hewan, regenerasi merupakan proses perkembangbiakan. Contohnya, tiap bagian potongan tubuh cacing pipih Planaria dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
  • Metamorfosis adalah perubahan bentuk dan stuktur tubuh hewan dari embrio hingga dewasa. Hewan yang mengalami metamorfosis contohnya serangga dan katak.
  • Berdasarkan metamorfosisnya serangga dibedakan menjadi tiga kelompok sebagai berikut.
  1. Ametabola, yaitu tidak mengalami metamorfosis. Fase yang dialami : telur imago (dewasa). Contoh : kutu buku.
  2. Holometabola, yaitu mengalami metamorfosis sempurna. Fase yang dialami : telur larva (ulat) pupa (keongpong) imago (dewasa). Larva memiliki tahap perkembangan yang disebut instar. Dari instar satu ke instar berikutnya mengalami pertambahan ukuran sehingga terjadi beberapa kalipergantian kulit yang disebut ekdisis. Proses ekdisis diatur oleh hormon ekdison. Hormon juvenil menyebabkan terjadinya ekdisis dari sati instar ke instar berikutnya. Contoh : kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.
  3. Hemimetabola, yaitu mengalami metamorfosis tidak sempurna. Fase yang dialami : telur nimfa(hewan muda) imago (dewasa). Nimfa memiliki morfologiyang mirip dengan imago namun belum memiliki organ yang lengkap, misalnya belum memilki sayap, dan lat reproduksinya belum belum berkembang sempurna. Contoh : kumbang, belalang, dan lipas.
  • Metamorfosis katak dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.
  1. Premetamorfosis, yaitu telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi berudu.
  2. Prometamorfosis, yaitu tumbuh kaki bagian belakang
  3. Metamorfosis klimak, yaitu tumbuh kaki bagian depan dan ekor menghilang.
  • Metemorfosis katak dipengaruhi oleh hormon tiroksin. Perubahan morfologi dan fisiologi pada katak yang dipengaruhi oleh hormon tiroksin, antara lain, degerasi insang, diganti dengan perkembagan paru-paru, degenerasi kulit dan otot ekor, digantikan dengan kulit dan otot kaki, pembentukan kelenjar kulit, dan pembentukan membaran niktitans pada mata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *