Pemanasan Global dan Dampaknya Bagi Lingkungan

oleh -55 views
Sumber: edf.org
Hosting Unlimited Indonesia

Atmosfer merupakan lapisan berbagai gas yang menyelimuti bumi. Gas-gas utama penyusun atmosfer bumi antara lain nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, metana, helium, hidrogen, ozon, dan uap air. Di antara gas penyusun atmosfer terdapat gas-gas yang disebut gas rumah kaca yang meloloskan panas matahari masuktapi mencegah panas keluar. Peristiwa tersebut dinamakan efek rumah kaca (greenhouse effect). Efek rumah kaca secara alami diperlukan oleh bumi karena tanpa atmosfer suhu bumi bisa menjadi -18°C.

Dinamakan efek rumah kaca karena mirip dengan peristiwa di rumah kaca (greenhouse) di mana sinar matahari masuk melalui dinding kaca sehingga suhu di dalam rumah kaca menjadi lebih tinggi daripada suhu di luar. Kaca menghambat panas keluar sehingga berfungsi sebagai perangkap panas. Gas-gas di atmosfer yang berfungsi sama dengan kaca adalah gas karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrooksida (N2O), ozon (O3), dan uap air. Gas-gas tersebut dinamakan gas rumah kaca.

Timbunan gas-gas rumah kaca di atmosfer akan menghalangi pantulan cahaya matahari dari bumi sehingga meningkatkan suhu permukaan bumi. Peristiwa tersebut dikenal sebagai pemanasan global. Makin tinggi kandungan gas rumah kaca di atmosfer, makin tinggi pemanasan global.

Peningkatan suhu bumi atau pemanasan global disebabkan oleh timbunan gas-gas rumah kaca terutama karbon dioksida (C02). Pembakaran minyak bumi, batu bara, dan hutan serta pembakaran bahan bakar pada mesin motor, mobil, pesawat terbang, dan mesin pabrik menghasiikan CO2.

Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) atau panel antarpemerintah tentang perubahan iklim, ada dua hal yang menyebabkan peningkatan suhu bumi atau pemanasan global yaitu :

  • Efek rumah kaca alami di bumi.
  • Meningkatnya gas yang mengakibatkan efek rumah kaca di atmosfer akibat ulah manusia (efek rumah kaca antropogenetik).

Ada dua efek rumah kaca antropogenetik yang menyebabkan pemanasan global, yaitu:

  • Pembakaran bahan fosil (batubara, bensin, solar) dalam industri, mobil, dan pembangkit listrik.
  • Emisi gas dari kegiatan industri, termasuk penggunaan CFC (klorofluorkarbon).

CFC yang digunakan sebagai pendingin ruangan (AC), pendingin lemari es, dan wadah kosmetik merupakan polutan di udara. Karena tidak bisa terurai, CFC masuk ke stratosfer dan merusak ozon. Lapisan ozon merupakan filter (penyaring) masuknya radiasi ultraviolet yang berbahaya menembus bumi. Bila lapisan ozon makin tipis, intensitas radiasi ultraviolet makin tinggi sehingga dapat menyebabkan kanker kulit.

Nitrooksida (N2O) merupakan gas rumah kaca alami yang jumlahnya sangat sedikit. Gas N2O dulu digunakan sebagai anastesi ringan. Gas ini dapat memicu tertawa sehingga disebut”gas tertawa”.

Adapun untuk dampak pemanasan global itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Terjadi kemarau panjang akibat tingginya suhu Samudra Pasifik (disebut El Nino). Terjadi kekeringan dan penurunan produksi pangan.
  2. Terjadi curah hujan yang tinggi karena La Nina (kebalikan El Nino), diikuti banjir dan angin topan. Bencana alam kekeringan dan kebakaran hutan yang diakibatkan oleh gas metana pada lahan gambut.
  3. Terjadi perubahan iklim global. Dikhawatirkan bila es di kutub mencair, permukaan laut naik sehingga beberapa kota pantai tenggeiam.
  4. Bila terjadi kerusakan ozon, radiasi ultraviolet tidak tertahan dan dapat merusak kehidupan tumbuhan dan hewan.

Untuk mengantisipasi dampak dari pemanasan global dapat dilakukan hal-hal berikut, antara lain:

  1. Mengadakan evaluasi dan monitoring dampak perubahan iklim pada ekosistem.
  2. Melarang penggunaan CFC dalam industri kulkas, AC, alat penyemprot, dan mengganti dengan bahan lain yang tidak meningkatkan efek rumah kaca.
  3. Menggunakan bahan penghasil energi alternatif yang lebih bersih untuk mencegah peningkatan CO2 misalnya energi matahari, angin, air, panas bumi.
  4. Mencegah penebangan hutan berlebihan dengan menerapkan sistem tebang pilih dan meningkatkan reboisasi (penghijauan).
  5. Pengelolaan limbah penghasil gas metana dengan baik dan bermanfaat.
  6. Keharusan pembuatan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) bagi industri, termasuk pencegahan pencemaran udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *