Nilai dan Manfaat Biodiversitas (Sumber Daya Alam Hayati)

oleh -72 views
Sumber: jagranjosh.com
Hosting Unlimited Indonesia

Keanekaragaman hayati merupakan sumber daya alam hayati (SDAH) yang penting bagi manusia.

Nilai-Nilai SDAH

  1. Nilai ekonomi: sumber pendapatan, yaitu untuk sumber bahan baku industri, rempah-rempah, sandang, dan papan.
  2. Nilai biologi: penunjang kehidupan, misalnya tumbuhan merupakan sumber O2 dan makanan, hewan merupakan sumber makanan dan sandang, dan hutan merupakan sumber plasma nutfah.
  3. Nilai ekologi: hutan hujan tropis sebagai paru-paru bumi dapat menurunkan kadar CO2 sehingga mengurangi pencemaran udara dan mencegah efek rumah kaca, menjaga kestabilan iklim global, dan daerah resapan air yang mencegah banjir dan tanah longsor.
  4. Nilai sosial: sarana wisata, hiburan, dan mempertahankan tradisi.

Manfaat SDAH

SDAH bermanfaat sebagai sumber pangan, devisa, plasma, nutfah, bahan farmasi, dan bahan bangunan; mempertahankan kelangsungan ekosistem; tempat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta untuk keindahan.

Kegiatan Manusia yang Memenagruhi Keanekargaman Hayati

Kegiatan manusia dapat berakibat negatif ataupun positif terhadap keanekaragaman hayati. Kegiatan yang berdampak negatif terhadap keanekaragaman hayati menyebabkan penurunan keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem. Penurunan (hilangnya) biodiversitas dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

a. Kerusakan habitat, yang bentuknya antara lain sebagai berikut.

  • Hilangnya habitat, menyusutnya materi pada tempat yang cocok untuk hidup.
  • Fargmentasi habitat: pemisahan habitat yang menyebabkan suatu populasi besar terbagi-bagi menjadi sub-sub populasi.
  • Kegiatan yang menyebabkan degradasi (kerusakan) habitat akibat pencemaran. Hilangnya suatu habitat dan fragmentasi habitat dapat disebabkan oleh deforestasi (pembukaan hutan); modifikasi hutan; perusakan terumbu karang; alih fungsi hutan untuk kegiatan pertanian, industri, pertambangan, dan jalan raya; dan perladangan berpindah.

b. Spesies eksotik (pendatang) yang mengancam spesies asli suatu ekosistem.

c. Eksploitasi SDAH secara berlebihan tanpa upaya konservasi.

d. Kerusakan jaringa interaksi di antara organisme, misalnya punahnya suatu spesies kunci dalam jaring-jaring makanan yang menyebabkan kepunahan spesies lain yang bergantung padanya.

Kegiatan manusia yang berdampak positif terhadap keanekaragaman hayati contohnya adalah konservasi. Konservasi atau pelestarian adalah pengelolaan sumber daya alam sehingga terjadi keberlanjutan dan keseimbangan alami antara keanekaragaman dan proses perubahan evolusi dalam suatu lingkungan. Konservasi dilakukan di habitat asli (in situ) ataupun di luar habitat asli (ex situ)

a. Contoh konservasi in situ adalah sebagai berikut.

  1. Taman wisata alam, yaitu kawasan pelestarian alam untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. Misalnya, Taman Wisata Alam Gunung Tampomas (Jawa Barat) dan Beriat (Papua).
  2. Cagar alam, yaitu kawasan suaka alam yang memiliki tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang khas sehingga perlu dilindungi. Misalnya, Cagar Alam Lembah Anai (Sumatra Barat), Anak Krakatau (Lampung), dan Morowali (Sulawesi Tengah).
  3. Suaka margasatwa, yaitu kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas satwa yang berkeanekaragaman dan unik untuk dibina habitatnya. Misalnya, Suaka Margasatwa Muara Angke (DKI Jakarta) dan Foja (Papua).
  4. Taman Nasional, yaitu kawasan pelestarian yang memiliki ekosistem asli dan dikelola dengan sistem zonasi. Misalnya, Taman Nasional Gunung Leuser (Sumatra Utara dan Nangroe Aceh), Meru Betiri (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), dan TN. Bunaken (Sulawesi Utara).

b. Contoh konservasi ex situ adalah sebagai berikut.

  1. Kebun koleksi untuk melestarikan plasma nutfah unggul dari spesies tertentu,
  2. Kebun botani untuk melestarikan beragam spesies tumbuhan, dan
  3. Kebun binatang untuk melestarikan beragam spesies hewan.

Pemerintah Indonesia menetapkan beberapa tumbuhan dan hewan sebagai tumbuhan dan hewan nasional.

  1. Padma raksasa (Rafflesia Arnoldi) sebagai puspa Langka, sedangkan elang jawa (Spazaetus bartelsi) sebagai satwa langka.
  2. Melati (Jasminum sambac) sebagai puspa bangsa.
  3. Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, sedangkan ikan siluk merah (arwana; Sclerophagus formosus) sebagai satwa pesona.
  4. Komodo (Varanus komodoensis) sebagai satwa nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *