Hewan Vertebrata

oleh -36 views
Sumber: alchetron.com
Hosting Unlimited Indonesia

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang belakang yang dihasilkan oleh notokrda pada masa embir. Tubuh vertebrata terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Vertebrata berdasarkan alat geraknya dikelompokkan menjadi 2 super kelas, yaitu Pisces dan Tetropoda.

Super Kelas Pisces (Ikan)

Ikan hidup di dalam air, tubuhnya yang tertutup dengan sisik memiliki alat gerak berupa sirip dan gurat sisi (indra arus). Ikan bernapas dengan insang dan berkembang biak seksual secara eksternal. Ikan dibedakan menjadi 4 kelas berikut ini.

a. Kelas Agnatha

(tidak berahang), misalnya lamprei dan belut lendir.

b. Kelas Placodemi

(memiliki rahag menggantung)

c. Kelas Chondrichthyes

(memiliki endoskeleton dari tulang rawan), misalnya hiu dan pari.

d. Kelas Osteichthyes

(memiliki endoskeleton dari tulang sejati), misalnya bandeng dan lele.

Super Kelas Tetrapoda

a. Kelas Amphibia

Hidup di 2 alam (darat dan air). Mengalami metamorfosis, pada bentuk larva (kecebong) bernapas dengan insang, hidup di air. Setelah dewasa, hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru. Pernapasan dibantu oleh kulit yang tipias dan lembap untuk pertukaran O2 dan CO2. Berkembang biak seksual dengan cara bertelur, pembuahan secara eksternal. Kelas amhibia dikelompokkan menjadi 3 ordo berikut. Ordo Urodela (Caudata), berekor misalnya salamander. Ordo Apoda (tidak berkaki), misalnya salamander cacing. Ordo Anura (tidak berekor), misalnya katak dan kodok.

b. Kelas Reptilia

Hidup melata dan menghasilkan telur amnion. Tubuh bersisik dari cat tanduk. Bernapas menggunakan paru-paru. Berkembang biak seksual dengan cara bertelur, pembuahan secara internal. Kelas Reptilia terbagi atas 4 ordo, pembuahan secara internal. Kelas reptilia terbagi atas 4 ordo berikut. Ordo Rhynchocepholia: kulitnya bersisik dari zat tanduk dan punggungnya berduri pendek, misalnya tuatara. Ordo Squamata: kulitnya dari zat tanduk, misalnya kadal, plastron (perisai laut), misalnya penyu dan kura-kura. Ordo Crocodila: memiliki sisik hasil osifikasi (penulangan), misalnya buaya dan aligator.

c. Kelas Aves

Memiliki paruh, bulu, sayap, dan biasanya dapat terbanng. Berapas menggunakan paru-paru dan pundi-pundi udara (kantong hawa). Berkembang biak seksual dengan cara bertelur, pembuahan secara internal. Kelas aves dibedakan dalam beberapa ordo, misalnya berikut ini. Ordo Passeriformes (petengger), burung kakaktua dan pelatuk. Ordo Sphenisciformes (tidak dapat terbang), penguin. Ordo Struthioniformes, misalnya burung unta.

d. Kelas Mammalia

Memiliki kelenjar susu (mammae), terbagi atas 2 subkelas, yaitu Prototheria dan Theria.

  • Subkelas Prothoperia (berparuh dan ovipar). Beranggotakan ordo Monotremata, misalnya platipus dan landak.
  • Subkelas Theria. Anggotanya sebagai berikut. Ordo Marsupiala (mamalia berkantong), misalnya kanguru. Ordo Rodentia (pengerat), misalnya tikus dan tupai. Ordo Perissdactyla (berkuku genap dan tebal). Misalnya banteng dan kerbau. Ordo Carnivora (pemakan daging), misalnya anjing dan kucing. Ordo Primata (mata menghadap ke depan serta kaki dan tangan berkuku untuk memegang), misalnya orangutan, kera, dan manusia. Ordo Cetacea (tidak berambut dan hidupnya di laut), misalnya paus dan lumba-lumba. Ordo Proboscidea (memiliki belali dan gading), misalnya gajah. Ordo Chiroptera (memiliki sayap dan kemampua ekolakasi), misalnya kelalawar. Ordo Insectivora (pemakan serangga), misalnya cecurut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *