Hewan Invertebrata

oleh -61 views
Sumber: blendspace.com
Hosting Unlimited Indonesia

Anggota Invertebrata meliputi 9 filum hewan berikut.

Filum Porifera

Porifera (porus = pori; ferre = mengandung) merupakan filum hewan yang paling sederhana.

Ciri-Ciri

  • Bentuk tubuh spongosoel (seperti tabung berpori dan berongga).
  • Umumnya sesil (tidak dapat bergerak) dan melekat pada substrat di laut, sisanya di air tawar.
  • Rangka endoskeleton, nonmetameri, dan diploblastik. Pada lapisan ektoderm disusun oleh sel-sel epidermis, sedangkan lapisan endoderm disusun oleh sel leher (koanosit). Di antara ektoderm dan endoderm terdapat mesoglea.
  • Memiliki 3 tipe saluran air, yaitu tipe askon (paling sederhana), tipe sikon, tipe leukon (paling kompleks).

Klasifikasi

  • Kelas Calcarea,

Rangka dari bahan kapur atau kalsium karbonat (CaCO3). Misalnya, Sycon sp.

  • Kelas Hexactinellida,

Rangka dari bahan silikat atau kuarsa atau kersik (H2SiO3). Misalnya, Euplactella sp.

  • Kelas Demospongiae,

Rangka dari zat kersik, bahan spongin, campuran keduanya, atau tidak berangka. Misalnya, Euspongia sp., Spongilla sp., dan Microciona sp.

Filum Coelenterara (Cnidaria)

Coelenterata merupakan hewan berongga (hewan karang) yang umumnya hidup di laut.

Ciri-Ciri

  • Tubuh diploblastik, umumnya simetri radial, dan disokong oleh kerangka hidrastatik.
  • Siklus hidup terdiri atas generasi polip (aseksual dan sesil) dan medusa (seksual dan motil).

Klasifikasi

  • Kelas Hydrozoa

Misalnya Hydra, Physalia, dan Obelia.

  • Kelas Anthozoa

Misalnya anemon laut, koral, kipas laut, dan pena laut.

  • Kelas Scyphozoa

Misalnya ubur-ubur. Selama hidupnya lebih didominasi oleh bentuk medusa.

Filum Platyhelminthes

Filum Platyhelminthes dikenal sebagai cacing pipih.

Ciri-Ciri

  • Triploblastik aselomata.
  • Tubuh pipih, nonmetameri, simetri bilateral, dan memiliki kerangka hidrostatik.

Klasifikasi

Platyhelminthes dibedakan dalam 3 kelas.

  • Turbellaria

Cacing bulu getar, misalnya Planaria, memiliki fotoreseptor berupa bintik mata.

  • Trematoda

Cacing isap, memiliki mulut isap yang dilengkapi kait untuk meletakan diri pada inangnya. Contohnya cacing hati manusia (Clonorchis sinensis); cacing darah (Schistosoma japanica); dan cacing hati hewan ternak (Fasciola hepatica).

  • Cestoda

Cacing pita, meliputi cacing pipih tidak bersilia, permukaan tubuhnya dilapisi kutikula. Tubuh terdiri atas skoleks (kepala), leher, dan proglotid (rangkaian segmen tubuh). Contohnya cacing pita babi (Taenia solium); cacing pita sapi (Taenia saginata); parasit pada usus manusia inang sementara adalah sapi dan cacing pita angjing (Diplydium caninum).

Filum Nematoda

Ciri-Ciri

  • Tripoblastik pseudoselomata, simetri bilateral, nonmetameri, dan memiliki kerangka hidrostatik.
  • Permukaan tubuh dilapisi kutikula.
  • Anggotanya antara lain cacing perut (Ascaris lumbricoides); cacing kremi (Enterbius vermicularis); cacing tambang (Ancylostoma duodenale); flaria (Wuchereria bancrofti); penyebab penyakit elefantiasis (kaki gajah).

Filum Annelida

Filum Annelida memiliki segmen berbentuk cincin sehingga disebut juga cacing bersegmen (cacing gelang).

Ciri-Ciri

  • Triploblastik selomata, simetri bilateral, metameri (karena ditemukan alat tubuh berupa seta pada setiap segmen), dan memiliki kerangka hidrostatik.
  • Permukaan tubuh dilapisi kutikula.

Klasifikasi

Filum Annelida dibedakan dalam 3 kelas.

  • Kelas Polychaeta.

Memiliki banyak seta. Pada setiap segmen dilengkapi sepasang parapodia sebagai alat gerak. Contohnya, cacing palola, cacing wawo, dan cacing kipas.

  • Kelas Oligochaeta.

Memiliki sedikit seta dan tidak dilengkapi parapodia. Contohnya, cacing tanah (Lumbricus terestris)

  • Kelas Hirudinea.

Tubuh tidak memiliki parapodia, seta hanya di bagian posterior, dan memiliki alat isap. Contohnya, lintah dan pacet.

Filum Arthropeda

Filum Mollusca disebut juga hewan lunak.

Ciri-Ciri

  • Tripoblastik selomata, simetri bilateral, nonmetameri, dan kerangka hidrostatik.
  • Memiliki mantel yang berfungsi membungkus alat tubuh. Mantel sebagian moluska dapat menghasilkan cangkang dari bahan kapur dan lendir.

Klasifikasi

Filum Mollusca terbagi dalam 5 kelas.

  • Kelas Amphineura.

Tubuh pipil dan oval, menghasilkan larva trokofor, cangkang terdiri atas 8 kepingan kapur, memiliki insang mirip sisir (ktendium), serta tidak memiliki tantakel dan mata. Contohnya, kiton (hidup di dasar laut).

  • Kelas Scaphopoda.

Cangkang berbentuk gading, ujungnya terdapat mantel (lubang). Tubuh memiliki tentakel, contohnya siput gading.

  • Kelas Gastropoda.

Tubuh menggunakan perut sebagai kaki. Tubuh terdiri atas kepala, leher, kaki, dan alat dalam. Sepasang antena pendek di kepala merupakan kemoreseptor (pembau), sedangkan sepasang yang panjang terdapat bintik mata (fotoreseptor). Contohnya, bekicot (hama tanaman), siput air (vektor penyakit akibat cacing hati), dan siput telanjang.

  • Kelas Pelecypoda.

Memiliki kaki berbentuk kapak, insang berlapis (disebut juga kelas Lamellibranchiata), dan sepasang cangkang (disebut juga kelas Bivalvia). Lapisang cangkang terdiri atas periostrakum, prismatik, dan mutiara (nakre). Contohnya, tiram, remis, dan kerang mutiara.

  • Kelas Cephalopoda.

Merupakan hewan nokturnal (mencari makan pada malam hari). Memiliki kaki (lengan) di kepala untuk bergerak dan menangkap mangsa, misalnya cumi-cumi memiliki 10 lengan, sedangkan gurita memiliki 8 lengan.

Filum Echinodermata

Filum terbesar hewan, Arthropoda, merupakan hewan yang memiliki kaki beruas-ruas (berkuku-kuku).

Ciri-Ciri

  • Triploblastik selomata, simetri bilateral, metameri, dan rangka eksoskeleton dari zat kritin yang mengalami eksidisis (pergantian) pada saat tertentu.
  • Tubuh terdiri atas kepala, toraks (dada), dan abdomen (perut).
  • Alat pernapasan berupa insang, trakea, atau paru-paru buku; sistem peredaran terbuka; sistem saraf tangga tali; serta alat ekskresi berupa kelenjar hijau (green gland) dan saluran Malpighi.

Klasifikasi

Filum Arthropoda terbagi dalam 5 kelas.

  • Kelas Crustacea (udang-udangan).

Segmentasi tubuh terdiri atas sefalotoraks (terbungkus kerapas) dan abdomen. Alat pernapasan berupa insang dan permukaan tubuh. Terbagi atas udang tingkat rendah (subkelas Entomostraca) dan udang tingkat tinggi (Malacostraca).

  • Kelas Insecta

(Hexapoda; serangga). Memiliki 6 kaki dan sayap pada bagian dada. Tubuh terdiri atas kepala, dada, dan perut. Selama perkembangan hidup mengalami metamorfosis (perubahan bentuk dan struktur).

Serangga terbagi menjadi 2 subkelas berikut ini.

a. Subkelas Apterygota.

Cirinya, tidak bersayap dan bermetamorfosis. Misalnya, kutu buku.

b. Subkelas Pterygota.

Cirinya, bersayap. Terbagi atas beberapa ordo. Ordo Isoptera (rayap). Orthoptera (kecoak, belalang sembah, dan jangkrik), Hemiptera (kutu busuk dan walang sangit), Homoptera (wereng, kutu kepala, kutu daun, dan tonggeret), Odonata (capung), Coleoptera (kumbang kelapa dan kunang-kunang), Neuroptera (undur-undur), Lepidoptera (kupu-kupu), Diptera (lalat buah dan nyamuk), Hymenoptera (semut dan lebah), dan Siphonoptera.

  • Kelas Archanida (Archnoidea)

Tubuh terdiri atas sefalotoraks dan abdomen, kecuali caplak. Memiliki bintik mata. Arachnida dikelompokkan menjadi 3 ordo. Ordo Scorpionidae, misalnya kalajengking; Ordo Arachnidae, misalnya laba-laba; dan Ordo Acarinea, misalnya tungau atau caplak.

  • Kelas Chilopoda

Memiliki tubuh bersegmen yang gepeng memanjang. Pada setiap segmen memiliki sepasang kaki, kecuali segmen di belakang kepala dan 2 segmen terakhir. Contohnya, kelabang dan lipan.

  • Kelas Diplopoda.

Memiliki tubuh silinder, sefalotoraks pendek, dan abdomen yang panjang. Setiap segmen memiliki 2 pasang kaki. Contohnya, kaki seribu.

Filum Echinodermata

Filum Echinodermata disebut juga hewan berkulit berduri yang sangat penting untuk membersihkan sampah laut.

Ciri-Ciri

  • Triploblastik selomata, simetri radial, dan memiliki rangka endoskeleton.
  • Permukaan tubuhnya dipenuhi oleh duri dari kalsium.
  • Memiliki alat gerak berupa kaki ambulakral (kaki pembuluh sistem pembuluh air).

Klasifikasi

Echinodermata dibedakan dalam 5 kelas berikut.

  • Kelas Asteroidea

Memiliki 5 lengan yang juga merupakan alat reproduksi aseksual.

  • Kelas Echinoidea (landak laut)

Tubuhnya bulat dan tidak memiliki lengan, contohnya bulu babi dan dolar pasir.

  • Ophiuroidea (binatang ular)

Memiliki 5 (kelipatannya) lengan yang panjang.

  • Cricoidea (lili laut).

Memiliki (kelipatannya) lengan yang panjang dan bercabang-cabang. Sebagian memiliki siri (tangkai) untuk melekat pada batuan.

  • Holothuroidea (teripang; ketimun laut).

Tubuhnya lunak yang mengandung banyak lemak dan sedikit zat kapur.

Filum Chordata

Filum chordata terdiri atas vertebrata dan invertebrata.

Ciri-ciri Chordata

  • Memiliki notokorda (sumbu penyokong primer) semasa embrio, celah faring (insang) pada beberapa tahap dalam perkembangan hidupnya, tali saraf dorsal, dan ekor (minimal pada masa embrio).
  • Triploblastik selomata, simetri bilateral, sedikit segmentasi, dan rangka endoskeleton.
  • Sistem percenaan sempurna, bernapas dengan insang atau paru-paru, sistem peredaran tertutup, alat ekskresi ginjal, sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan sistem saraf tepi, dan gonokoris.
  • Reproduksi seksual secara internal.

Klasifikasi

Filum chordata terbagi atas 4 subfilum (3 subfilum tergolong hewan invertebrata, sedangkan subfilum lainnya tergolong hewan vertebrata).

  • Subfilum Hemichordata

Tubuhnya seperti cacing dilengkapi celah insang, dan hidup di dasar laut. Misalnya, cacing acorn.

  • Subfilum Urochordata

Memiliki notokondria di daerah ekor dan hidup di laut. Misalnya, tunikata.

  • Subfilum Cephlachordata

Tubuhnya pipih merucing, transparan, notokrda di sepanjang ekor hingga kepala, dan hidup terkubur di pasir pantai. Misalnya, lanset.

  • Subfilum Vertebrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *